Air Bersih PDAM “Mengalir” ke Tabang di 2019
TENGGARONG, Perusahaan Air Minum Daerah
(PDAM) Tirta Mahakam pada 17 Desember 2018 lalu memasuki umur yang ke 27 tahun.
Diusia yang cukup matang tersebut menjadikan jajaran manajemen PDAM terus focus
dalam hal peningkatan pelayanan ke masyarakat.
Tak bisa dipungkiri, bahwa cakupan
layanan air bersih ke masyarakat di Kukar saat ini belum memenuhi target secara
penuh, namun demikian upaya terus dilakukan supaya target bisa tercapai.
“Secara keseluruhan sebenarnya sudah
memenuhi target dimana untuk layanan perkotaan itu sudah mencapai 80 persen sedangkan
di pedesaan sekitar 65 an persen. Namun secara umum gambaran masih diangka 65
persen,” kata Direktur Utama PDAM Kukar Suparno diruang kerjanya belum lama
ini.
PDAM kata Suparno, terus berupaya
memaksimalkan layanan ke masyarakat, baik pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan
Air) maupun pembangunan jaringan pipa. Percepatan pembangunan itu sendiri tentu
harus didukung semua pihak, salah satunya adalah dari pemerintah melalui dana
APBD, APBD 1 dan APBN yang nantinya berbentuk penyertaan modal.”Sebab kita akui
bahwa pertumbuhan penduduk dengan pembangunan infrastruktur dibidang layanan
air bersih belum seimbang, oleh karenanya perlu ada dukungan dari pemerintah,”
katanya.
Di 2019 nanti juga PDAM berencana akan
membangun IPA di Kecamatan Tabang dengan kapasitas sekitar 20 liter/detik. Dimana
IPA tersebut akan melayani masyarakat ditiga desa di kecamatan tersebut, yakni
Bilatang, Sidomulyo dan Uma’ Kuy.
“2019 nanti Kecamatan Tabang akan
menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ se-Kabupaten, yang dijadwalkan pada bulan
September. Kegiatan itu menjadi momen penting untuk menggenjot pembangunan,
salah satunya adalah pembangunan dibidang air bersih,” papar Suparno.
Menurut Suparno untuk membangunan IPA di
Tabang yang menggunakan dana APBD Kukar awal tahun depan sudah bisa dilakukan
proses lelang sehingga akan cepat dilakukan pembangunanya.”Kita sudah lakukan
croscek dengan Bappeda, PU dan kecamatan, untuk lokasi pembangunanya,”
tandasnya.
Suparno juga membeberkan, upaya lain
dalam program perencanaan peningkatan layanan air bersih juga akan dilakukan
disejumlah kecamatan diwilayah pesisir Kukar yakni Samboja, Muara Jawa, dimana
dalam pelaksanaanya nanti akan memanfaatkan air baku yang bersumber dari waduk
Wonotirto Samboja, dimana dengan memanfaatkan air baku diwilayah tersebut
nantinya dapat mensuplay air bersih tidak hanya di Samboja namun juga di
kecamatan Muara Jawa yang selama ini mengandalkan air baku dari sumur bor.
PENINGKATAN PAD
Program percepatan pembangunan air
bersih juga akan dilakukan diwilayah Kecamatan Marangkayu. Kata Suparno,
direncanakan diwilayah tersebut akan dibangun IPA dengan kapasitas 300
liter/detik. Dimana distribusi air nantinya selain di Marangkayu juga ke
wilayah Muara Badak.
“ Dari kapasitas itu
nantinya 200 liter akan kita jual ke wilayah Bontang dimana nantinya akan
menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah), sedangkan kapasitas 100 liter/detik untuk
didistribusikan ke masyarakat Marangkayu dan Muara Badak,”
katanya.awi/poskotakaltimnews.com